Industri Kembali Beroperasi 100%, Bagaimana Cara Kerjanya?

Industri Kembali Beroperasi 100%, Bagaimana Cara Kerjanya?

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan seluruh industri atau pabrik baik yang esensial dan non esensial bisa kembali beroperasi 100%.

Hal ini menjadi bagian dari pelonggaran yang dilakukan secara gradual seiring dengan perkembangan penanganan kasus Covid – 19 terkini.

“Seluruh industri/pabrik baik orientasi domestik non esensial dan esensial dapat beroperasi 100%. Staff dibagi minimal 2 shift selama memperoleh rekomendasi Kementerian Perindustrian dan menggunakan QR code PeduliLindungi,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 30 Agustus 2021.

Luhut berkata, mulai minggu depan industri juga diwajibakan menggunakan QR Code Peduli Lindungi untuk melakukan screening terhadap kegiatan perkantoran.

“Untuk sementara diwajibkan menggunakan qr code PeduliLindungi mulai 7 September minggu depan,” katanya.

Selain itu, pelonggaran lain yang dilakukan pada masa wilayah aglomerasi PPKM level 3 Jawa Bali adalah kapasitas makan di tempat di mal / restoran menjadi 50%. Jam operasional mal juga diperpanjang menjadi hingga jam 9 malam.

“Kemudian akan dilakukan uji coba untuk 1.000 outlet restoran di luar mal, dan yang berada di ruang tertutup untuk bisa beroperasi dengan 25% kapasitas di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang,” kata Luhut.

Sebelumnya diketahui Presiden Joko Widodo atau Jokowi menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat PPKM untuk wilayah aglomerasi Jabodetabek tetap berada di level 3 hingga tanggal 6 September 2021 mendatang.

Jabodetabek bersama dengan wilayah Bandung Raya, Solo Raya, Surabaya, dan Malang Raya. Penyesuaian kegiatan pembatasan pada pelaksanaan PPKM Jawa Bali kembali diberlakukan pada periode 31 Agustus hingga 6 September 2021 mendatang.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakn, untuk kegiatan dine in atau makan di tempat di mal dilakukan pelonggaran dengan menambah kapasitas menjadi 50%.

“Penyesuaian kapasitas di mal untuk dine in menjadi 50%.” Kata luhut dalam konferensi pers. Sementara untuk jam operasional juga dilakukan penyesuaian dari jam 20.00 menjadi hingga jam 21.00.

Hal ini dilakukan mengingat adanya perkembangan perbaikan dalam sejumlah indikator penanganan Covid – 19.

“Berdasarkan indeks komposit mobilitas, peningkatan mobilitas berjalan sangat cepat. Oleh karena itu, berbagai penyesuaian tetap dilakukan secara gradual,” katanya.

Adapun dari data Peduli Lindungi, jumlah screening untuk di pusat perbelanjaan dan lainnya per 29 Agustus sudah mencapai 13,6 juta.

Dari angka screning tersebut, 26 ribu di antaranya di tolak masuk karena merukana kategori merah alias tak memenuhi syarat.

Untuk itu lah, diharapkan orang – orang yang belum memenuhi syarat berpergain diharapkan bisa mengurangi mobilitas. Jika tidak, akan dilakukan tindakan hingga isolasi di tempat terpusat.

“Jika orang-orang ini masih memaksa, maka mereka akan langsung diisolasi di tempat terpusat,” kata Luhut.

Pemerintah Akan Stop Kasih Vaksin Gratis Untuk Orang Kaya

Pemerintah Akan Stop Kasih Vaksin Gratis Untuk Orang Kaya

Pemerintah tidak lagi memberikan jatah vaksin gratis tahun depan untuk orang kaya dan tergolong mampu. Hal ini diungkapkan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandajaitan.

Menurutnya, saat ini 52 juta orang setidaknya sudah aman secara ekonomi atau masuk dalam kelas menengah.

Jumlahnya ini akan terus berkembang tahun ke tahun. Bahkan, dia menyebut bisa saha ada 100 juta orang kaya di Indonesia tahun depan.

“Tahun depan nggak mau lagi kita memvaksin orang menengah ke atas yang jumlahnya mungkin lebih dari 100 juta itu,” ungkap Luhut dalam acara Forum Nasional Kemandirian dan Ketahanan Industri Alat Kesehatan, yang disiarkan melalui YouTube Farmalkes TV, Senin 30 Agustus 2021.

Luhut mengatakan memang kelas menengah di Indonesia ini tumbuh dengan cepat. “Kelas menengah ini tumbuh lebih cepat dari kelompok lain,” ungkapnya.

Sejalan dengan pernyataan Luhut, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga sudah membeberkan rencana vaksinasi mandiri atau berbayar.

Rencana vaksin berbayar itu akan dijalankan mulai tahun depan dan akan diberlakukan untuk masyarakat yahng mampu alias orang kaya demi mempercepat program vaksinasi Covid – 19.

Hal ini diungkapkan oleh Sri Mulyani saat memaparkan Tanggapan Pemerintah terhadap pandangan Umum Fraksi atau RUU APBN 2022 beserta Nota Keuangannya.

“Upaya percepatan vaksinasi dilakukan melalui pelaksanaan program vaksinasi yang dibiayai APBN, juga untuk tahun depan ada skema vaksinasi mandiri pada kelompok masyarakat yang mampu,” papar Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa 24 Agustus 2021.

Di sisi lain, Luhut menyatakan Indonesia sendiri sedang berusaha memenuhi kebutuhan vaksin dengan produksi dalam negeri. Seperti apa rencananya?

Luhut juga menyatakan sudah ada perusahaan lokal yang melakukan kerja sama produksi Vaksin dengan China. Perusahaan tersebut adalah PT Etana Biotechnologies.

Menurutnya vaksin dengan platform MRNA akan diproduksi Etana dengan perusahaan asal China. Jika sebelumnya, Luhut mengatakan produksi vaksin dilakukan pada bulan April, kini dia mengatakan vaksin itu akan diproduksi Juli tahun depan.

“Ini ada Etana, dia kerja sama dengan China. Dengan platform mRNA, mereka akan produksi Juli tahun depan,” papar Luhut.

Luhut menjabarkan ada 70 juta dosis vaksin yang akan diproduksi Etana. Namun, sebenarnya Luhut meminta Etana dan perusahaan China bisa memproduksi hingga 100 juta dosis vaksin.

Pasalnya, ia mengatakan vaksin dari Etana pasti akan dibeli pemerintah. Tiap tahunnya, menurut Luhut pemerintah mungkin akan butuh 200 juta dosis vaksin untuk disuntikkan ke masyarakat.

“Jumlahnya 70 juta dosis. Tapi, saya minta 100 juta, ini saya bilang pemerintah pasti beli. Jadi apa yang saya katakan tiap tahun ini vaksin akan disuntik ke 200 juta orang,” ungkap Luhut.

Lalu, Etana Biotech akan bekerja sama dengan perusahaan asal China Walfax Abogen. Vaksin yang diproduksi bernama ARCiv.

Perkembangan terakhir, vaksin ini sedang dalam tahap uji klinik fase 3 dan sedang dipersiapkan sarana produksi untuk proses transfer teknologi.

Selain Etana, ada juga beberapa perusahaan lainnya dalam paparan Luhut yang akan memproduksi vaksin di dalam negeri.

Mulai dari PT Kalbio Global Medica, PT Combiphar Dong-A Indonesia, PT Biotis Pharmaceutical Indonesia, dan PT Bio Farma.

Pemerintah Berhutang Rp 4 T Ke Bulog, Untuk Apa?

Pemerintah Berhutang Rp 4 T Ke Bulog, Untuk Apa?

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengungkapkan, pemerintah memiliki utang kepada Perum Badan Usaha Logistik atau Bulog yang hampir menyentuh angka Rp 4 Triliun.

Utang ini, terkait dengan pengadaan bahan pokok melalui impor yang ditugaskan kepada Perum Bulog.

Misalnya, ada disposal impor beras sebanyak 20 ribu ton yang hingga saat ini belum ada pembayaran dari pemerintah.

Negara punya utang ke kita Rp 173 milar dari itu, sampai saat ini belum selesai, kemudian pembayaran bencana alam yang tahun lalu sama PPKM,” ujar Buwas.

Hal ini ia katakan di depan Komisi IV DPR RI saat melakukan rapat dengar pendapat di hari Senin 30 Agustus 2021.

“Nah ini juga kita belum terbayar yang sampai saat ini utang negara kepada Bulog itu hampir Rp 4 triliun belum terbayar,” kata Buwas, sapaan akrab Budi Waseso.

Buwas mengtakan, utang tersebut berasal dari penugasan pemerintah kepada Bulog untuk pengadaan beras yang mayoritas berasal dari impor.

Beras tersebut masuk ke dalam cadangan beras pemerintah atau CBP yang penyalurannya berada di bawah kendali perizinan pemerintah.

“Karena ini beras CBP dulu penugasannya adalah pemerintah. Kita impor juga penugasannya pemerintah untuk CBP tapi setelah itu tidak digunakan. Nah kita melaporkan tentunya dengan situasi, kondisi, kualitas ya karena ini ada yang dari 2018, pengadaan ada yang dari dalam negeri tapi sebagian besar adalah pengadaan impor yang tersisa sekarang,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Buwas, pemerintah juga masih mengutang terkait penugasan impor dalam rangka cadangan stabilitas harga pangan atau CSHP gula.

Padahal, Buwas menyebut, Perum Bulog menggunakan dana pinjaman dengan bunga komersial dalam menjalani tugas impor dari pemerintah.

Karena utang yang belum terlunasi, Buwas mengatakan, selama ini Bulog cenderung mengalami kerugian. Terhitung sudah tiga tahun lebih maka stok beras itu mengalami penurunan mutu.

“Sementara kalau kita hitung-hitungannya kita rugi terus. Jadi kalau soal kerugian ini memang rugi. Sekarang ini yang disposal 20 ribu ton yang lalu itu sampai hari ini belum ada pembayarannya,” ujarnya.

Mantan kepala BNN ini juga melihat Perum Bulog juga mendapatkan kerugian dalam perawatan bahan – bahan pokok yang diimpor. Sebab, karena tidak terpakai, maka bahan pokok tersebut perlu dirawat dan disimpan yang biayanya cukup tinggi.

Pihaknya pun lalu meminta agar pemerintah segera melunasi utang tersebut dan mencari jalan solusi atas permasalahan ini.

Buwas mengatakan, sudah melakukan tiga kali rakortas dan berkirim surat kepada Kementrian Perdagangan, Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementrian Keuangan agar segera diberi keputusan.

Tak cukup sampai di situ, ia pun menawarkan beras lama yang sudah dilakukan perawatan Kementrian Perindustrian dan Kementrian Pertanian untuk menangani hal tersebut. “Sehingga ini kita tidak mau mengambil risiko,” papar Buwas.

Wilayah Ini Juga Turun ke PPKM Level 3, Pertanda Baik?

Wilayah Ini Juga Turun ke PPKM Level 3, Pertanda Baik?

Pemerintah sudah mengumumkan terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM di Jawa Bali.

Ada perpanjangan hingga 6 September namun ditetapkan level mulai dari 4, 3, sampai dengan 2. Presiden Joko Widodo menyebutkan ada beberapa wilayah yang mengalami penurunan level PPKM ini. Hal ini karena mulai menurunnya kasus positif di wilayah tersebut.

“Untuk wilayah Jawa-Bali terdapat penambahan wilayah aglomerasi yang masuk level 3, yakni Malang Raya, dan Solo Raya. Sehingga wilayah yang masuk ke dalam level 3 pada penerapan minggu ini adalah Aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya dan Surabaya Raya, Malang Raya dan Solo Raya,” ujar Jokowi dalam konferensi pers virtual, Senin 30 Agustus 2021.

Ia menyebutkan, untuk Semarang Raya berhasil turun ke level 2 sehingga secara keseluruhan di Jawa Bali ada perkembangan yang cukup baik, level 4dari 51 kabupaten kota menjadi 25 kabupaten kota.

Adapun untuk wilayah Jawa Bali, untuk PPKM level 3 terdapat penambahan wilayah dari 67 menjadi 76 kabupaten atau kota.

Level 3 dari 27 kabupaten atau kota menjadi 10 kabupaten atau kota. Penurunan beberapa wilayah dari level 4 menjadi level 3, kata Jokowi merupakan hasil perbaikan perkembangan penanganan kasus Covid – 19 di sejumlah wilayah.

Perbaikan terjadi pada angka positivity rate, keterisian rumah sakit, hingga angka BOR nasional. “Tingkat positive rate terus menurun dalam 7 hari terakhir, tingkat keterisian RS untuk kasus covid semakin membaik, rata-rata BOR nasional sudah berada di sekitar 27%” kata Jokowi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menguungkapkan jika kondisi perekonomian nasional mulai pulih dengan cepat.

Bahkan di luar dugaan pemerintah. “Pemulihan yang cepat tercermin dari survei Mandiri Institute yang menunjukkan peningkatan indeks belanja dan kunjungan ke tempat belanja di Jawa Bali,” jelasnya.

Selain itu pemulihan juga terlihat dari mobilitas masyarakat untuk kegiatan ritel dan rekreasi yang meningkat.

“Berbagai perkembangan baik yang kita capai harus kita syukuri bersama, namun kita semua harus kembali waspada karena masih banyak negara lain di dunia ini masih menghadapi peningkatan kasus yang tinggi,” tutur Luhut.

“Pemerintah memutuskan, mulai tanggal 31 Agustus-6 September 2021, untuk wilayah Jawa-Bali terdapat penambahan wilayah aglomerasi yang masuk ke level 3, yakni Malang Raya dan Solo Raya, sehingga wilayah yang masuk ke level 3 minggu ini adalah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, dan Surabaya Raya, Malang Raya dan Solo Raya. Untuk Semarang Raya, berhasil ke level 2,” ujar Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 30 Agustus 2021.

Sejak 21 Juli lalu, PPKM Level 4,3,2,1 di wilayah Jawa-Bali sudah diperpanjang hingga tujuh kali. Pemerintah melakukan evaluasi setiap sepekan sekali. Berdasarkan penilaian asesemen dalam evaluasi tersebut, suatu daerah bisa naik turun level tergantung kondisi wilayah masing-masing.

Buwas Buka Suara Mengenai Beras Bansos Berkutu

Buwas Buka Suara Mengenai Beras Bansos Berkutu

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan soal beras bantuan sosial (bansos) yang tak layak konsumsi saat rapat dengan Komisi IV DPR RI hari ini, Senin 30 Agustrus 2021.

Buwas, sapaan akrab Budi Waseso mengaku beras yang diberikan kepada masyarakat merupakan beras baru dari pengadaan tahun 2021. Pihaknya memberlakukan sistem pengecekan rice to rice, sehingga mustahil ditemukan beras berkutu atau bau.

“Kalau rice to rice itu tidak mungkin ada kutu, bau dan lain-lain sebagainya karena itu sudah melalui proses standar. Nah sistem yang kita gunakan kemarin, rata-rata beras baru pengadaan tahun ini, karena untuk kecepatan dan kita tidak sempat lagi mengeluarkan beras-beras yang lama, memang nggak mungkin. Apalagi beras yang tahun 2018-2019 itu tidak mungkin karena itu sudah terlalu lama,” kata Buwas saat dihujani pertanyaan anggota dewan.

Lebih lanjut, dia pun menjelaskan, temuan beras di lapangan salah satunya di Banten belum sampai ke tangan masyarakat alias belum dibagikan.

“Dan sebenarnya beras itu belum dibagikan, karena itu pengiriman 464 paket yang diterima di kelurahan dan sebagian kena hujan pada saat drop di gudang sehingga disisihkan, tidak disalurkan dan itu segera diganti,” jelasnya.

Dia mengatakan, Bulog selama ini telah memiliki mekanisme yang sesuai dengan mengecek kualitas saat pengemasan. Setelah itu berlanjut pada distribusi ke gudang dan diperiksa kembali oleh petugas hingga dibuat berita acara.

“Begitu berangkat tanggung jawab di transporter bukan di Bulog. Tapi bukan berarti kita lepas tanggung jawab karena kita kontrol di sana. Nah yang kemarin terjadi itu tanggung jawab transporter tapi bagaimanapun juga karena itu kerusakan yang harus kita ganti makanya Bulog segera mengganti dan kita charge ke transporter,” bebernya.

Dia menegaskan, mekanisme tersebut sudah berjalan sejak dulu mengingat Bulog juga pernah menyediakan beras bansos 450 ribu ton ke seluruh Indonesia. Buwas mengatakan, saat itu tak ada masalah apapun.

“Kemarin juga mitra kita di Pandeglang itu dicek di oleh Menteri PMK, mitra penggilingan untuk PPKM dan itu clear. Dan sekarang sedang ada audit dan minta evaluasi kepolisian di mana letak kesalahannya,” sambungnya.

Terkait penerima bantuan, Buwas mengklaim sudah sesuai dan tepat sasaran hingga ke pelosok Indonesia. Hanya saja terdapat permasalahan mengenai perubahan data penerima dan diakuinya menjadi hambatan kecil.

“Tapi pendistribusian dengan sistem ini bahkan yang di daerah pedalaman Papua, Kalimantan, Sumatera, Aceh termasuk Sulawesi kita jangkau dan tidak ada yang tidak terjangkau,” imbuh Buwas. Bahkan di beberapa tempat juga terdapat beberapa hambatan untuk mendistribusikan bonus slot online gratis kepada masyarakat Indonesia yang gemar bermain judi online dengan uang asli.

Hal itu didukung dengan distributor yang terpercaya baik dari swasta dan negeri yang memiliki sistem dan jaringan di seluruh Indonesia. Distributor tersebut memastikan penerima dengan data sesuai.

“Kalau orangnya ini salah tidak sesuai dengan data maka tidak akan diserahkan. Itu yang sedikit menghambat kelancaran tapi tepat sasaran. Nah ini kita evaluasi terus kalau sistem ini terbangun dan rutinitas maka program bantuan apa saja oleh pemerintah itu bisa kita salurkan dengan baik. Saya ingin DPR melihat dan menilai mana celah kebocoran, kualitas, kecepatan dan kesesuaian itu harus,” tandasnya.

Reli 5 Hari Kripto Berhenti, Koin Turun Lagi

Reli 5 Hari Kripto Berhenti, Koin Turun Lagi

Harga mata uang kripto (cryptocurrency) kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Jumat 2 Juli 2021 pagi waktu Indonesia, setelah selama lima hari beruntun mengalami penguatan.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:00 WIB, mayoritas pergerakan harga tujuh kripto dengan kapitalisasi terpantau melemah.

Bitcoin merosot 4,7% ke level harga US$ 33.333,69/koin atau setara dengan Rp 483.338.505 / koin (asumsi kurs Rp 14.500/US$), Ethereum ambles 7,6% ke US$ 2.091,07 (Rp 30.320.515 / koin), Binance Coin ambrol 5,65% ke US$ 285,03/koin (Rp 4.132.935 / koin).

Berikutnya Cardano melemah 3,02% ke posisi harga US$ 1,33 / koin atau setara dengan Rp 19.285 / koin, Dogecoin terkoreksi hingga 3,82% ke US$ 0,2422/koin (Rp 3.512 / koin), dan Ripple ambruk 6,24% ke US$ 0,6512/koin (Rp 9.442 / koin).

Sementara untuk koin berjenis stablecoin, Tether menguat tipis cenderung mendatar di level harga US$ 1 per koinnya (Rp 14.500/koin). Dengan bermain judi di situs joker gaming 2021 anda bisa mendapatkan update terbaru mengenai harga kripto loh.

Pelemahan Bitcoin dimulai pada perdagangan Kamis 1 Juli 2021 siang waktu Indonesia, di mana Bitcoin turun karena tekanan jual yang kembali meningkat meningkat di awal Juli. Namun, para penjual mengharapkan pembeli tetap aktif di atas level support US$ 30.000 karena sentimen semakin membaik.

Kabar positif dapat membatasi pergerakan turun Bitcoin dan kripto lainnya, setelah pada semester I tahun 2021 penuh dengan pergolakan.

Kekhawatiran tentang tindakan keras China dengan pasar kripto tampaknya telah mereda, di mana hashrate bitcoin mulai stabil setelah terjatuh selama 10 hari beruntun.

Penurunan hashrate tersebut sebagian besar disebabkan oleh penutupan beberapa operasi penambangan kripto di negara itu oleh pemerintah China.

“Ketika penambang menyebar ke lokasi lain, mereka kemungkinan akan memilih tempat dengan akses aman dan tentunya memiliki sumber energi yang relatif lebih murah. Akibatnya, hashrate akan mulai pulih, dan jaringan akan menjadi lebih stabil.” tulis Ulrik Lykke, direktur eksekutif di dana aset digital ARK36, dalam email kepada CoinDesk.

Rasio put-call open interest Bitcoin telah merosot ke level terendah dalam enam bulan terakhir, yang menunjukkan bahwa sentimen negatif mulai surut.

Menurut data yang dilacak oleh platform analitik option Skew, rasio yang mengukur jumlah posisi open interest pada put option relatif lebih rendah terhadap open interest pada call option, turun ke angka 0,60 pada Rabu 30 Juni 2021 lalu.

Sementara itu, koin digital dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua yakni Ethereum telah mengungguli Bitcoin selama beberapa hari terakhir dan grafik teknikalnya menunjukkan kenaikan lebih lanjut dalam beberapa hari kedepan.

Rasio ETH/BTC mempertahankan garis support pada Moving Average (MA) 100 hari, karena grafik mengisyaratkan kondisi oversold dan meningkatkan momentum. Rasio tersebut sebelumnya sempat menurun dari garis resistance pada Mei lalu, yang menandakan adanya aksi jual kripto lebih luas.

Di lain sisi, nilai aset Tether, stablecoin terbesar meningkat menjadi US$ 62,8 miliar pada Senin 28 Juni 2021 lalu.

Beberapa analis memegang sekitar 26,2% dari cadangannya dalam bentuk tunai, deposito fidusia, catatan repo terbalik dan sekuritas pemerintah, dengan 49,6% di commercial paper (CP).

“Penebusan massal USDT secara tiba-tiba dapat mempengaruhi stabilitas pasar kredit jangka pendek jika terjadi selama periode tekanan jual yang lebih luas di pasar CP,” kata lembaga pemeringkat kredit Fitch Ratings dalam sebuah laporan.

“Angka-angka ini menunjukkan kepemilikan CP mungkin lebih besar daripada dana pasar uang utama di AS, serta di Eropa, Timur Tengah dan Afrika.” tambah Fitch.

David Grider, ahli strategi aset digital utama di firma riset independen Fundstrat, menulis dalam laporan terpisah pada Kamis 1 Juli 2021 kemarin bahwa stablecoin yang dimaksud lebih mirip utang digital daripada dolar digital.

“Tether pada dasarnya adalah dana kredit besar dengan kumpulan aset utang mereka sendiri yang mereka katakan dapat menutupi nilainya. Mereka mengatakan sebagian besar aset mereka ada di surat berharga pasar uang, yang jika benar akan menjadi aset yang relatif berisiko rendah.” ungkap Grider, dikutip dari CoinDesk.