Pelabuhan Merak Bakauheni Jadi Pilot Project Penyedia Promosi UMKM

Saat ini PT. ASDP Indonesia Ferry sudah menyediakan lebih dari 30 persen lahan yang bisa digunakan untuk tempat promosi usaha mikro pada Pelabuhan Merak Bakauheni.

Hal ini dilakukan unutk menjadi pilot project dalam penyediaan tempat promosi serta tempat pengembangan UMKM yang berdasarkan PP No.7 Tahun 2021.

“PT ASDP Indonesia Ferry sebagai pengelola Pelabuhan Merak, akan menjadikan Pelabuhan Merak Bakauheni sebagai salah salah satu usulan pilot project dalam implementasi mandat PP 7 Tahun 2021 khususnya penyediaan tempat promosi dan pengembangan Usaha Mikro dan Usaha Kecil,” kata Deputi Usaha Kecil Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba dalam keterangan tertulis, Kamis 16 September 2021.

Saat sedang meninjau persiapan dari Pelabuhan Merak tersebut, Hanung menyebutkan bahwa PP No.7 Tahun 2021 tersebut bertujuan untuk membuat koprasi serta meningkatkan daya saing dari UMKM, mengingat hampir 99 persen UMKM adalah usaha mikro.

Sektor usaha ini harus didorong agar mendapatkan tempat serta menjadi naik kelas sehingga porsi dari usaha kecil dan menengah ini bisa menjadi besar suatu saat nanti.

Dalam kunjungan tersebut Kemenkop UKM serta PT ASDP Indonesia Ferry sepakat untuk menjalin kerjasama untuk membantu memberikan informasi jasa serta produk yang dibutuhkan untuk membantuk kurasi produk dari UMKM serta membantu display produk UMKM unggulan.

“Kerja sama dengan ASDP sangat strategis. Mereka mmepunyai beratus – ratus pelabuhan yang bisa dijadikan sebagai ruang promosi bagi para pelaku UMKM. Di Pelabuhan Merak saja, setiap hari ada lalu lintas sebanyak 26.000 orang. Kerja sama ini bukanlah CSR namun merupakan bisnis yang saling menguntungkan diantara ASDP dan UMKM. Pemerintah dalam hal ini akan mendukung peningkatan kompetensi UMKM,” ucap Hanung.

Selain itu, Ferry Febrizal Efendi mengatakan bahwa mereka sudah menyediakan alokasi tempat yang nantinya bisa digunakan untuk tempat berusaha bagi para pelaku UMKM lebih dari 30 persen, dan saat ini sudah mencapai lebih dari 39 persen, angka tersebut tentu sudah melebihi yang tertuanng di PP No.7 Tahun 2021.

“Kami menyatakan bahwa UMKM merupakan partner kerja sama kami, karena kami melihat kegiatan bisnis para pelaku UMKM sangat memberikan potensi, Kami berharap sinergi terhadap program kali ini bisa terus ditingkatkan sesuai dengan arahan pemerintah,” kata Febrizal.

Pelabuhan-pelabuhan di bawah PT ASDP termasuk Terminal Terpadi Merak dan Bakauheni Harbour City tentunya juga akan menyediakan sentra UMKM untuk mendukung misi tercapainya UMKM naik kelas.

PT ASDP Indonesia Ferry juga akan mengalokasikan sebagian area yang digunakan oleh UMK pada dermaga Reguler Merak dan Terpadu merak dengan berbagai jenis usaha yang akan berdiri seperti rumah makan, souvenir dan lain-lainn.

“Kami juga mendorong agar bisa segera terbentuk koperasi yang dibuat dengan tujuan untuk pengelola tempat promosi serta pengembangan usaha bagi UMK secara profesional,” ungkap Hanung.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah juga sebenarnya sudah mendukung UMK dengan program BPUM serta KUR. Penyaluran KUR sejak tanggal 5 september 2021 ini menggapai angka Rp 177,71 triliun atau sebesar 70,06% dari target Rp 253,6 triliun.