Tips Aman Main Cryptocurrency Bagi Pemula!

Tips Aman Main Cryptocurrency Bagi Pemula!

Mata uang kripto alias cryptocurrency Bitcoin terus memberikan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Terbaru, mata uang cryptocurrency tersebut berhasil mencatat rekor tertingginya dengan nilai Rp 483,54 juta per 1 Bitcoin pada Minggu 3 Jan.

“Bitcoin menjadi salah satu komoditas investasi yang paling menguntungkan dibandingkan instrumen investasi lainnya, hal ini juga ditegaskan dengan harganya yang terus naik lebih dari tiga kali lipat pada tahun 2020 di tengah pandemi,” kata COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, melalui keterangan tertulis, Selasa 5 Jan.

Momen ini, menurutnya menjadi kesempatan bagi masyarakat luas yang ingin memulai investasi dalam trading aset kripto, tanpa perlu khawatir secara berlebih.

Karena Teguh menyatakan, Indonesia telah mengatur regulasi jual beli aset kripto melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Hal ini, ujarnya, untuk memastikan bahwa aset kripto yang kian berkembang ini telah diakui secara legal dan dapat diperjualbelikan melalui beberapa media exchange yang telah terdaftar secara resmi.

Di tengah lonjakan harga yang terus menggoda, buat Kamu investor baru yang berniat masuk ke perdagangan cryptocurrency ini, perhatikan beberapa tips berikut ini.

1.Memastikan Legalitas Exchange dan Mempelajari Jenis Aset Kripto yang Diminati

Memastikan Legalitas Exchange dan Mempelajari Jenis Aset Kripto yang Diminati

Saat menentukan untuk terjun di investasi aset kripto, pemilihan media exchange untuk melakukan transaksi menjadi penting demi memastikan keamanan investasi aset. Pastikan exchange yang dipilih legal dan terdaftar resmi di Bappebti.

Di Indonesia sendiri, ada 13 exchange yang terdaftar resmi seperti Tokocrypto, Indodax, Pintu, Luno, Rekeningku, dan lainnya.

Sebelum mulai berinvestasi, trader perlu memahami jenis-jenis mata uang kripto yang beredar di pasaran. Bitcoin (BTC) memang menjadi favorit, namun masih ada Ethereum (ETH), Ripple (XRP), Tether (USDT), dan lainnya.

Dengan memahami jenis koin tersebut, calon trader bisa mengecek ketersediaannya di exchange yang diminati.

Misalnya Tokocrypto menyediakan 34 jenis koin dan Indodax memiliki 110 jenis koin. Tapi perlu diingat oleh trader untuk berhati-hati memilih koin dalam investasi ini, karena banyak jenis yang belum populer dan pergerakan harganya sangat agresif.

2.Besaran Biaya Layanan dan Perhatikan Spread Harga

Besaran Biaya Layanan dan Perhatikan Spread Harga

Dalam melakukan transaksi perdagangan aset kripto, ada skema biaya layanan yang dibebankan pada trader yakni biaya pembelian dan penarikan.

Perlu diingat ada beberapa exchange di Indonesia seperti Tokocrypto, Pintu, dan Luno yang memberikan flat rate untuk biaya penarikan, namun ada juga yang menggunakan skema persentase sesuai nominal penarikan seperti Indodax. Tentunya skema flat rate akan lebih menguntungkan bagi para trader.

Tidak hanya itu, ada pula biaya transaksi sebagai market taker yang akan dikenakan kepada para trader. Biaya market taker merupakan potongan biaya jika trader melakukan transaksi dengan ikut pada antrean harga yang sudah ada.

Misalnya, trader membeli Bitcoin seharga Rp 10 juta melalui Tokocrypto maka dikenakan biaya potong sebesar 0,1 persen yakni Rp 10 ribu atau jika membeli melalui Indodax dikenakan biaya 0,3 persen yakni Rp 30 ribu.

Seperti membeli emas, ada spread harga atau selisih harga jual dan beli yang harus diperhatikan oleh trader. Selisih harga beli dan jual yang tidak terlalu besar, akan memperluas ruang gerak trader dalam membuat keputusan atas aset kripto yang dimiliki.

3.Kelengkapan Fitur Trading yang Dimiliki dan Teknologi Keamanan yang Diterapkan

Setiap exchange pasti memiliki fitur trading unggulan yang ditawarkan kepada trader, untuk mendukung aktivitas transaksinya.

Namun, ada beberapa fitur yang penting dan bermanfaat bagi trader seperti fitur chart harga untuk melakukan analisis, fitur cut loss yang bisa membantu trader membatasi kerugian harga tertentu, dan fitur short selling untuk memastikan trader tetap mendapatkan untung meskipun harga cryptocurrency yang dimiliki sedang mengalami penurunan.  

Hal terakhir yang penting diperhatikan oleh trader adalah penggunaan teknologi untuk menjamin keamanan transaksi di exchange yang dipilih.

Mayoritas exchange di Indonesia telah menggunakan standar keamanan seperti Two Factor Authenticator (2FA) dan konfirmasi lewat email dan sms.

Namun, trader bisa lebih memastikan keamanan exchange tersebut dari website yang mendokumentasikan tes keamanan exchange seluruh dunia seperti coingecko atau cer live.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa kalian terapkan jika kalian baru pertama kali bermain trading di Cryptocurrency. Semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat.